PRagam Pulau Kalimantanselatan
Sejarah & Warisan Lokal

Menguak Jejak Kesultanan Banjar di Pulau Kalimantanselatan: Warisan yang Tak Tergantikan

Jejak Kesultanan Banjar masih terasa di Pulau Kalimantanselatan melalui situs bersejarah, arsitektur, dan tradisi yang terus hidup. Artikel ini mengulas warisan budaya yang tak tergantikan.

Menguak Jejak Kesultanan Banjar di Pulau Kalimantanselatan: Warisan yang Tak Tergantikan

Sorotan Utama

  • Kesultanan Banjar berdiri pada abad ke-16 dan menjadi pusat peradaban Islam di Kalimantan Selatan.
  • Masjid Sultan Suriansyah adalah masjid tertua di Kalimantan Selatan dan menjadi simbol kejayaan Kesultanan Banjar.
  • Benteng Kuin merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Banjar yang masih bisa dikunjungi.
  • Tradisi Baayun Maulid masih dilestarikan sebagai bagian dari budaya Banjar yang kental dengan nilai Islam.
  • Warisan kuliner Banjar seperti soto Banjar dan amparan tatak menjadi bagian dari identitas lokal yang melekat.

Sejarah Singkat Kesultanan Banjar

Kesultanan Banjar didirikan pada abad ke-16 oleh Pangeran Samudera yang kemudian memeluk Islam dan bergelar Sultan Suriansyah. Kesultanan ini menjadi pusat pemerintahan dan penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan. Wilayah kekuasaannya mencakup daerah yang kini dikenal sebagai Banjarmasin dan sekitarnya. Kesultanan Banjar memainkan peran penting dalam perdagangan dan politik regional hingga akhirnya mengalami kemunduran pada abad ke-19.

Situs Bersejarah yang Masih Bertahan

Beberapa situs bersejarah Kesultanan Banjar masih dapat ditemui di Pulau Kalimantanselatan. Masjid Sultan Suriansyah, yang dibangun pada 1526, adalah saksi bisu kejayaan Islam di wilayah ini. Benteng Kuin, bekas pertahanan Kesultanan, juga menjadi destinasi menarik bagi para pecinta sejarah. Selain itu, kompleks Makam Sultan Suriansyah di Kuin Utara menjadi tempat ziarah yang dikunjungi banyak orang.

Tradisi dan Budaya yang Terus Hidup

Warisan Kesultanan Banjar tidak hanya terlihat dari bangunan fisik, tetapi juga dari tradisi yang masih dilestarikan. Baayun Maulid, ritual mengayun bayi sebagai bentuk syukur dan doa, adalah salah satu contohnya. Masyarakat Banjar juga menjaga warisan kuliner seperti soto Banjar dan amparan tatak, yang menjadi identitas budaya mereka. Tradisi-tradisi ini mencerminkan kekayaan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sering Ditanyakan

Apa yang membuat Masjid Sultan Suriansyah istimewa?

Masjid Sultan Suriansyah adalah masjid tertua di Kalimantan Selatan dan menjadi simbol penyebaran Islam di wilayah ini. Arsitekturnya yang unik mencerminkan perpaduan budaya lokal dan Islam.

Bagaimana masyarakat Banjar melestarikan tradisi Baayun Maulid?

Baayun Maulid dilaksanakan setiap tahun, terutama saat peringatan Maulid Nabi. Masyarakat menggelar ritual ini sebagai bentuk syukur dan doa untuk kemakmuran.

Apa makanan khas Banjar yang terkenal?

Soto Banjar dan amparan tatak adalah dua makanan khas Banjar yang terkenal. Keduanya memiliki cita rasa unik yang mencerminkan kekayaan kuliner daerah.